Emas Bertahan di Level USD 3.970: 17 Bulan Beruntun Dibeli Bank Sentral
Harga emas (XAU/USD) bertahan di kisaran USD 3.970 per troy ounce pada awal Juli 2026, di tengah konsolidasi teknis yang kompleks di pasar logam mulia global. Meskipun tekanan jual jangka pendek masih ada akibat normalisasi premi perang dan kebijakan moneter ketat The Fed, pembelian agresif oleh bank-bank sentral global memberikan fondasi kokoh bagi harga emas.
Kesepakatan Swiss Pangkas Premi Safe-Haven
Penandatanganan Perjanjian Damai Sementara AS-Iran di Swiss pada 19 Juni telah menghilangkan premi perang dari harga emas. Lalu lintas komersial melalui Selat Hormuz kembali normal dan harga minyak mentah Brent turun ke bawah USD 73 per barel. Normalisasi ini memicu koreksi harga emas yang sehat, meskipun ketegangan di Timur Tengah masih cukup tinggi untuk membatasi potensi penurunan lebih lanjut.
Kebijakan Hawkish Warsh Picu Biaya Oportunitas Tinggi
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh telah menerapkan kebijakan moneter yang sangat ketat sejak menjabat. Inflasi inti di 4,1% dan inflasi headline di 3,8% mendorong Warsh menghilangkan ekspektasi pemotongan suku bunga tahun ini. Imbal hasil riil Treasury AS yang lebih tinggi meningkatkan biaya oportunitas untuk memegang aset non-yield seperti emas, menyebabkan koreksi valuasi yang wajar pada harga logam mulia saat ini.
Rekor Pembelian Bank Sentral China
Yang menjadi pembeda utama di pasar emas saat ini adalah aksi pembelian agresif oleh bank-bank sentral. People Bank of China telah memperpanjang akumulasi fisik emas non-publik selama lebih dari 17 bulan berturut-turut. Banyak bank sentral emerging market lainnya juga menjual kepemilikan obligasi G7 mereka dan menggunakan hasilnya untuk mengakuisisi emas fisik sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan mata uang dan sistem keuangan yang dipolitisasi. Pembelian institusional ini diperkirakan akan mencegah penurunan signifikan jangka panjang pada harga emas.
Analisis Fundamental dan Permintaan Global
Permintaan emas dari sektor ritel di Asia, khususnya India dan China, tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Festival dan musim pernikahan di India mendorong permintaan fisik yang signifikan. Sementara itu, kekhawatiran resesi di beberapa negara maju mendorong investor ritel beralih ke emas sebagai penyimpan nilai. Exchange Traded Fund emas juga mencatat arus masuk bersih yang positif pada bulan Juni.
Prospek Harga Emas ke Depan
Level support kuat berada di USD 3.960, di mana order beli institusional besar ditempatkan. Resistensi terdekat berada di USD 4.000 dan USD 4.050 secara psikologis. Para analis percaya bahwa meskipun tekanan jual jangka pendek mungkin berlanjut karena kebijakan The Fed yang ketat, pembelian bank sentral yang berkelanjutan dan ketidakpastian geopolitik akan membatasi potensi penurunan. Investor disarankan untuk memantau pergerakan imbal hasil Treasury AS dan data ketenagakerjaan untuk mengantisipasi pergerakan harga emas selanjutnya.