Regulasi: FCA (UK) & CySEC (Siprus) | Deposit Mulai USD 10 Withdraw Instan 24/7

USD/JPY Tembus 162,73: Yen Terus Melemah, Risiko Intervensi BOJ Meningkat

Pasangan USD/JPY menembus level 162,73 pada 1 Juli 2026, didorong oleh data ketenagakerjaan AS yang kuat dan imbal hasil obligasi Treasury yang meningkat. Pelemahan yen yang terus berlanjut kini meningkatkan risiko intervensi oleh Bank of Japan (BOJ) di pasar valuta asing.

Ekonomi AS Kokoh, Yen Terperosok

Ekonomi AS menunjukkan ketahanan yang mengesankan dengan data JOLTS melaporkan 7,594 juta lowongan kerja baru pada bulan Mei, jauh melampaui ekspektasi. Laporan ADP juga menunjukkan penambahan 98.000 lapangan kerja baru pada bulan Juni. Sebaliknya, ekonomi Jepang masih berjuang dengan pertumbuhan yang lamban, menciptakan divergensi yang semakin memperkuat dolar terhadap yen.

Imbal Hasil Treasury AS Mendorong Dolar

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik ke 4,47%, menjadikan aset berbasis dolar semakin menarik bagi investor global. Kenaikan imbal hasil ini didorong oleh ekspektasi bahwa The Fed di bawah kepemimpinan Kevin Warsh akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lama. Spread imbal hasil yang lebar antara AS dan Jepang menjadi faktor utama di balik pelemahan yen yang berkepanjangan.

Ancaman Intervensi BOJ Makin Nyata

Pejabat Jepang semakin khawatir dengan depresiasi yen yang berkelanjutan. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, telah menyatakan bahwa pemerintah siap melakukan intervensi di pasar valuta asing kapan saja untuk mendukung yen. Pasar memperkirakan BOJ mungkin akan menaikkan suku bunga secara bertahap, namun laju pemulihan ekonomi Jepang yang lambat membatasi ruang gerak bank sentral tersebut.

NFP Jadi Penentu Arah Selanjutnya

Laporan Nonfarm Payrolls yang akan dirilis hari Kamis menjadi fokus utama pasar. Para ekonom memperkirakan penambahan 114.000 lapangan kerja baru di bulan Juni, menurun dari 172.000 di bulan Mei. Data yang lebih lemah dari perkiraan dapat memicu koreksi USD/JPY dan mengurangi urgensi intervensi BOJ. Sebaliknya, data yang kuat akan mendorong pasangan ini lebih tinggi dan meningkatkan tekanan pada otoritas Jepang untuk bertindak.

Level Teknis dan Proyeksi

USD/JPY saat ini diperdagangkan di 162,68, dengan resistance psikologis di 163,00 dan support di 162,00. Penembusan di atas 163,00 berpotensi membawa pasangan ini menuju 163,50. Namun, jika BOJ melakukan intervensi, koreksi tajam menuju 160,00 mungkin terjadi. Trader harus mewaspadai potensi volatilitas tinggi menjelang rilis NFP dan setiap pernyataan dari pejabat BOJ mengenai intervensi pasar. Manajemen risiko yang ketat sangat disarankan mengingat sensitivitas pasangan ini terhadap data ekonomi dan intervensi kebijakan.