Terus Kena Margin Call di Exness? Ini 3 Hal yang Salah dari Strategi Anda
“Setiap minggu saya deposit Rp 300 ribu, setiap minggu juga kena margin call. Total sudah deposit Rp 3 juta dalam 2 bulan. Apa yang salah?”
Saya langsung bisa tebak masalahnya — bukan tanpa alasan. Trader yang terus kena margin call biasanya memiliki pola yang sama. Mari kita perbaiki.
Masalah 1: Ukuran Lot Terlalu Besar untuk Modal
Coba hitung. Modal Rp 300 ribu (≈ USD 18). Leverage 1:500. Jika Anda trading 0.1 lot EUR/USD, margin yang dibutuhkan sekitar USD 20. Margin = 111% dari modal. Artinya: free margin Anda USD -2. Begitu harga bergerak 2 pip melawan = margin call seketika.
Perbaikan: Untuk modal Rp 300 ribu, maksimal lot adalah 0.01 lot. Margin untuk 0.01 lot EUR/USD: USD 2. Free margin: USD 16. Harga bisa bergerak 100 pip melawan sebelum margin call.
Masalah 2: Tidak Hitung Margin Sebelum Entry
Banyak trader buka posisi tanpa periksa margin requirement. Akibatnya: baru buka posisi, margin langsung merah. Cara hitung: margin = (lot x 100.000 x harga pair) / leverage.
Perbaikan: Gunakan kalkulator margin Exness di Personal Area > Tools > Kalkulator Trading. Atau hitung manual: pastikan margin yang terpakai tidak lebih dari 20% total modal.
Masalah 3: Tanpa Stop Loss, Berharap Harga Balik
Trader tanpa stop loss, melihat harga bergerak melawan, dan berkata “ah, nanti balik kok”. Harga terus melawan sampai margin call. Ini yang paling sering terjadi.
Perbaikan: Pasang stop loss setiap entry. Tidak ada alasan. Stop loss = batas maksimal kerugian yang Anda terima. Jika tanpa stop loss, Anda memberikan kendali modal ke pasar.
Rencana Selamat dari Margin Call
Hentikan deposit dulu. Gunakan akun demo 1 bulan untuk latihan manajemen modal. Baru deposit lagi USD 30 dan mulai dengan 0.01 lot. Target: jangan sampai margin call selama 1 bulan. Setelah itu, naikkan lot perlahan.