Regulasi: FCA (UK) & CySEC (Siprus) | Deposit Mulai USD 10 Withdraw Instan 24/7

Dolar AS Terombang-ambing di Tengah Perundingan Damai Iran-Amerika yang Berliku — Analisis Pasar Forex 26 Mei 2026

Pasar forex global mengalami volatilitas tinggi pada hari Selasa (26 Mei 2026) menyusul berita kontradiktif mengenai perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Dolar AS sempat melemah ke level terendah tiga bulan di 99,50 karena optimisme gencatan senjata, namun langsung pulih ke 100,20 setelah AS melancarkan serangan baru terhadap target militer Iran.

Menurut laporan Reuters, militer AS melancarkan serangan presisi terhadap instalasi rudal Iran pada Senin malam, hanya sehari setelah Presiden Trump mengumumkan bahwa kesepakatan damai hampir tercapai. Juru bicara Gedung Putih kemudian menjelaskan bahwa serangan tersebut menargetkan posisi rudal yang sebelumnya belum dihancurkan dan tidak mempengaruhi perundingan damai yang sedang berlangsung.

Analisis Dolar AS (USD)

Indeks Dolar AS (DXY) berada dalam posisi kritis. Jika kesepakatan damai tercapai, dolar kemungkinan akan terus melemah karena arus modal safe haven akan keluar dari USD. Namun jika situasi kembali memanas, dolar bisa mendapatkan dukungan kuat dari permintaan避险.

Pasar saat ini menantikan data inflasi PCE AS yang akan dirilis akhir pekan ini. Jika data menunjukkan inflasi masih tinggi, Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, yang akan mendukung dolar AS. Konsensus pasar memperkirakan PCE April sebesar 2,7% year-on-year, dengan core PCE di 2,8%.

Untuk trader Indonesia, fluktuasi USD/IDR perlu diwaspadai. Rupiah sempat menguat ke Rp 15.200 per USD di awal pekan karena optimisme damai, namun kembali melemah ke Rp 15.350 setelah berita serangan baru. Level support USD/IDR berada di Rp 15.150, sementara resistance di Rp 15.450.

EUR/USD — Pemulihan Eropa vs Ketidakpastian Suku Bunga

EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1,1050. Data ekonomi Eropa menunjukkan sinyal pemulihan yang menggembirakan — indeks DAX Jerman mencapai rekor tertinggi baru, menandakan kepercayaan investor terhadap ekonomi Eropa semakin pulih.

Namun, kenaikan euro dibatasi oleh sinyal dovish dari ECB. Presiden ECB Christine Lagarde mengindikasikan bahwa pemotongan suku bunga mungkin terjadi pada Juni 2026 jika inflasi terus melandai. Pasar memperkirakan probabilitas 65% untuk pemotongan 25 basis poin pada pertemuan ECB bulan depan.

Dari sisi teknikal, EUR/USD memiliki support kuat di 1,1000 dan resistance di 1,1100. Breakout di atas 1,1100 bisa membuka jalan menuju 1,1250, sementara penembusan di bawah 1,0950 bisa mengarah ke 1,0850.

GBP/USD — Tekanan Politik Domestik

GBP/USD diperdagangkan di 1,2650. Pound sterling tertekan oleh ketidakpastian politik domestik Inggris. Perdana Menteri Inggris menghadapi meningkatnya tekanan dari partainya sendiri, dengan potensi mosi tidak percaya yang bisa memicu pemilihan umum lebih awal.

Data PMI Jasa Inggris juga dirilis di bawah ekspektasi, menambah tekanan pada GBP. Sementara itu, Kepala Ekonom BoE Huw Pill menyatakan bahwa bank sentral perlu berhati-hati dalam menurunkan suku bunga karena inflasi sektor jasa masih tinggi. Pasar memperkirakan BoE akan memangkas suku bunga 25 bp pada Agustus 2026, dengan kemungkinan pemotongan tambahan sebelum akhir tahun.

USD/JPY — Yen Masih Tertekan

USD/JPY bertahan di 156,50. Yen Jepang terus melemah karena ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) mereda. Gubernur BoJ Kazuo Ueda pada hari Senin menyatakan bahwa bank sentral tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga karena inflasi sedang menuju target.

Data ekspor Jepang bulan April menunjukkan pertumbuhan 8,3% year-on-year, melampaui ekspektasi pasar sebesar 5,2%. Namun impor tumbuh lebih cepat, menyebabkan defisit perdagangan meluas menjadi ¥462 miliar. Ini mencerminkan dampak kenaikan harga energi terhadap ekonomi Jepang.

Pasar saat ini memperkirakan BoJ akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bp pada bulan Juli atau September 2026, tergantung pada data inflasi dan upah.

Mata Uang Komoditas — AUD, NZD, CAD

AUD/USD sempat menembus 0,6800 — level tertinggi dua bulan — didorong oleh sentimen risiko yang membaik. Namun pasangan ini kemudian turun kembali ke 0,6750 setelah berita serangan AS-Iran.

NZD/USD bergerak mengikuti AUD di sekitar 0,6200. Reserve Bank of New Zealand diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan minggu depan, dengan fokus pada prospek inflasi dan pertumbuhan.

USD/CAD berfluktuasi dalam kisaran 1,3600-1,3750 karena volatilitas harga minyak. Harga minyak mentah WTI sempat anjlok 7% ke 2 per barel karena optimisme gencatan senjata, lalu pulih ke 5 setelah serangan baru AS. Kanada sebagai eksportir minyak utama sangat terpengaruh oleh pergerakan harga minyak.

Kalender Ekonomi Pekan Ini

Beberapa data penting yang perlu dipantau oleh trader Indonesia: Rabu — Pesanan Barang Tahan Lama AS April; Kamis — Revisi PDB AS Q1 2026; Jumat — Inflasi PCE AS April (data paling penting minggu ini). Selain itu, perkembangan perundingan damai AS-Iran akan terus menjadi katalis utama pergerakan pasar.

Tips Trading untuk Hari Ini

Dengan volatilitas tinggi yang dipicu oleh berita geopolitik, disarankan untuk: mengurangi ukuran lot, memasang Stop Loss di setiap posisi, menghindari trading 30 menit sebelum dan sesudah rilis berita penting, fokus pada 1-2 pair saja, dan jangan overtrading. Ingatlah bahwa berita bisa berubah secara dramatis dalam hitungan menit — fleksibilitas adalah kunci.