Harga Minyak Brent Kembali di Atas 100 Dolar, Mengapa Forex Tidak Ikut?
Pada akhir September 2026, harga minyak Brent kembali menembus level 100 dolar sebelum turun lagi, membingungkan banyak trader. Pasar forex, yang biasanya sensitif terhadap harga komoditas, tampak “tebal muka” kali ini dan tidak mengikuti arah minyak.
Secara historis, kenaikan harga minyak memengaruhi forex melalui dua jalur. Pertama, menguatkan mata uang komoditas seperti CAD dan NOK. Kedua, meningkatkan ekspektasi inflasi impor, yang memengaruhi kebijakan bank sentral dan valuasi mata uang. Namun kali ini, kedua jalur tampak lemah.
Penyebab pertama adalah fokus pasar telah bergeser ke jalur kebijakan Fed. Ketika risiko inflasi dianggap lebih tinggi daripada risiko ketenagakerjaan, tekanan inflasi dari minyak justru ditafsirkan positif bagi dolar AS karena memperkuat alasan mempertahankan suku bunga tinggi. Logika terbalik ini mengencerkan dampak positif biasa terhadap mata uang komoditas.
Penyebab kedua adalah faktor pasokan. Pengaktifan kembali jalur pipa timur-barat Arab Saudi dan pemulihan produksi cairan Norwegia meredakan kekhawatiran kekurangan ekstrem, membuat kenaikan minyak kurang memiliki kedalaman fundamental.
Bagi trader, fenomena ini mengingatkan agar tidak menerapkan korelasi historis secara mekanis. Ketika kebijakan makro mendominasi pasokan-permintaan, keterkaitan antara komoditas dan mata uang bisa sementara kehilangan efektivitas.