Regulasi: FCA (UK) & CySEC (Siprus) | Deposit Mulai USD 10 Withdraw Instan 24/7

Indeks Dolar Bergulat di Sekitar 99, Pasar Menanti Jackson Hole dan Data PCE

Pasar valuta asing pekan ini memasuki fase penting saat indeks dolar AS (DXY) masih bergulat di sekitar level 99. Hingga 25 Agustus, indeks dolar berada di sekitar 98,99-99,04, naik tipis dibanding sesi sebelumnya namun belum mampu menembus level psikologis penting ini, mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar menjelang serangkaian peristiwa besar yang akan berlangsung.

Faktor yang menekan dolar adalah kecenderungan penurunan imbal hasil obligasi jangka panjang. Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun turun 3,58 basis poin ke 4,696%, sementara tenor 30 tahun turun 4,64 basis poin ke 5,225%. Penurunan imbal hasil jangka panjang melemahkan daya tarik suku bunga dolar dan membatasi kemampuan mata uang AS untuk menguat lebih jauh.

Fokus pasar pekan ini tertuju pada dua peristiwa utama. Pertama, Simposium Bank Sentral Jackson Hole yang dijadwalkan berlangsung 28 Agustus, di mana Ketua Federal Reserve (Fed) akan menyampaikan pidato pertamanya sejak menjabat, memberikan petunjuk tentang ekspektasi inflasi dan jalur suku bunga. Kedua, data indeks harga belanja konsumsi pribadi (PCE) inti Juli Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini, ukuran inflasi yang paling dipantau oleh Fed.

Menurut data futures suku bunga CME, pasar menilai probabilitas Fed mempertahankan suku bunga pada rapat September sekitar 58,6%, sementara probabilitas kenaikan 25 basis poin sekitar 41,4%. Kedua kemungkinan hampir seimbang, menunjukkan pasar belum memiliki konsensus jelas tentang arah kebijakan moneter, yang berarti setiap perubahan data atau pernyataan pejabat dapat memicu gejolak tajam di pasar mata uang.

Dari sisi yuan China, China Foreign Exchange pada 25 Agustus menetapkan kurs tengah USD/CNY di 6,7852 yuan, turun 11 basis poin dibanding sesi sebelumnya, sementara EUR/CNY berada di 7,8791. Kurs USD/CNY diperdagangkan di sekitar level 6,78, mempertahankan pergerakan dua arah dalam rentang yang relatif sempit, mencerminkan stabilitas mata uang China di tengah ketidakpastian global.

Para analis berpendapat bahwa periode sebelum dan sesudah Simposium Jackson Hole sering menjadi masa volatilitas yang signifikan di pasar valuta asing akibat penyesuaian ekspektasi dan struktur portofolio oleh investor. Oleh karena itu, arah dolar dalam jangka pendek hanya akan jelas setelah peristiwa besar berakhir. Investor disarankan mencermati data PCE dan pidato Ketua Fed untuk mengambil keputusan yang lebih terukur.

Bagi investor yang berpartisipasi di pasar valuta asing, pekan ini merupakan pekan dengan kepadatan data tinggi dan sinyal yang belum jelas. Menunggu kejelasan sebelum membuka posisi serta mengendalikan ukuran posisi secara berhati-hati adalah strategi yang lebih bijak dibanding terburu-buru bertransaksi sebelum peristiwa besar, di samping memasang stop loss yang tepat untuk melindungi risiko volatilitas.

Ringkasnya, apakah dolar mampu bertahan di atas level 99 dan sejauh mana mata uang utama dapat melanjutkan pemulihan akan banyak bergantung pada hasil data PCE dan pidato Ketua Fed di Jackson Hole, yang akan memberikan arah yang jelas bagi pasar valuta asing dalam jangka menengah.