Prakiraan FOMC Juni 2026: Suku Bunga AS Tetap Tinggi, Inflasi Jadi Sorotan Utama
Menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada bulan Juni 2026, pasar keuangan global semakin fokus pada keputusan suku bunga Amerika Serikat. Berdasarkan data terbaru dari CME FedWatch, probabilitas bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50 hingga 3,75 persen pada pertemuan bulan ini telah melampaui 85 persen. Sementara itu, data inflasi tetap menjadi variabel kunci yang menentukan arah kebijakan moneter AS ke depan.
Inflasi Amerika Serikat pada bulan April tercatat sebesar 3,8 persen secara tahunan, jauh di atas target 2 persen yang ditetapkan Federal Reserve. Inflasi inti masih bertahan di level tinggi 3,6 persen, menunjukkan bahwa tekanan harga masih menyebar luas di berbagai sektor ekonomi. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama mencapai 2,0 persen, sementara pasar tenaga kerja tetap solid dengan data non-farm payrolls yang melampaui ekspektasi pasar. Kombinasi data ini secara kolektif mendukung sikap hawkish Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Yang lebih mengkhawatirkan bagi pasar adalah dampak eskalasi geopolitik di Timur Tengah terhadap harga energi global. Harga minyak mentah Brent sempat menembus level 100 dolar AS per barel setelah konflik antara Israel dan Iran meningkat secara signifikan. Bank Dunia sebelumnya telah memperingatkan bahwa jika situasi memburuk lebih lanjut, harga minyak Brent berpotensi mencapai rata-rata 115 dolar AS per barel pada tahun 2026. Kenaikan biaya energi ini mulai merambat ke inflasi inti melalui kenaikan biaya transportasi dan produksi.
Sementara itu, situasi di Zona Euro menunjukkan dinamika yang berbeda. Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 11 Juni 2026. Ini akan menjadi langkah pengetatan pertama sejak ECB menghentikan siklus kenaikannya pada Juni 2025. Inflasi Zona Euro pada bulan Maret naik ke 2,6 persen, level tertinggi dalam 20 bulan terakhir, dengan lonjakan harga energi sebagai pemicu utama. Perbedaan arah kebijakan moneter antara Federal Reserve dan ECB ini menciptakan dinamika menarik bagi pasangan mata uang EUR/USD.
Dari perspektif teknis, indeks dolar AS (DXY) mendapatkan dukungan kuat di level 100. Support kunci untuk EUR/USD berada di level 1,1500. Trader forex disarankan untuk mencermati rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS serta pernyataan kebijakan FOMC yang akan menjadi penentu arah dolar AS dalam jangka pendek.