Regulasi: FCA (UK) & CySEC (Siprus) | Deposit Mulai USD 10 Withdraw Instan 24/7

Yen Jepang Jatuh ke Level Terendah 40 Tahun: Analisis USD/JPY di 162,65

Yen Jepang terus melemah ke level terendah dalam 40 tahun, dengan USD/JPY diperdagangkan di sekitar 162,65 pada akhir Juli 2026. Pelemahan ini mencerminkan kesenjangan kebijakan moneter yang semakin lebar antara Bank of Japan (BOJ) dan Federal Reserve AS.

Sementara The Fed mempertimbangkan kenaikan suku bunga, BOJ masih mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar dengan suku bunga mendekati nol. Perbedaan suku bunga yang mencapai 350-375 basis poin membuat carry trade — meminjam Yen dengan suku bunga rendah untuk berinvestasi di aset dengan imbal hasil lebih tinggi — menjadi strategi paling populer di pasar valas saat ini.

Namun, para trader perlu mewaspadai risiko intervensi dari pemerintah Jepang. Kementerian Keuangan Jepang pernah melakukan intervensi pasar pada tahun 2022 dan 2024 ketika Yen melemah terlalu cepat. Jika USD/JPY menembus level 165, probabilitas intervensi akan meningkat secara signifikan.

Strategi trading yang disarankan: Pantau hasil pertemuan FOMC dengan cermat. Jika The Fed tetap hawkish, USD/JPY mungkin akan melanjutkan kenaikan menuju 165. Sebaliknya, jika The Fed lebih dovish dari perkiraan, nilai tukar mungkin akan terkoreksi kembali ke kisaran 160-161. Manajemen risiko yang ketat sangat penting dalam kondisi volatilitas tinggi seperti saat ini.